Dalam sebuah perjalanan, teringat perbedaan Kalimat Sholawat yang biasa digunakan oleh masyrakat di Indonesia, ada yang berpendapat menggunakan kata “Sayidina Muhammad” dan adapula yang langsung mengucapkan kata “Muhammad”.
Teringat pengajian yang dibawakan oleh KH Bahaudin Nur Salam atau Gus Baha melalui medsos, bahwa dikatakan Sholawat Nabi merupakan kalimat “Penjaga Konstitusi Tauhid” dimana kita mengetahui bahwa Kaum Nasrani mengalami sebuah “Kecelakaan” yakni menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan karena berbagai mukzizat yang diperlihatkan kepada kaumnya yang luar biasa seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan lain sebagainya dimana hal tersebut mustahil dilakukan oleh manusia.
Berikut adalah Lafazd Sholawat Nabi :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI IBRAHIM WABAARIK ‘ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ’ALAA IBRAAHIMA WA ‘ALAA AALI IBRAAHIM, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID.
“Ya Allah, berilah kasih saying kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayang-Mu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya di antara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”.
Bagi yang tidak melafalkan Kata “Sayidina” adalah benar karena sesuai persis dengan teks hadist (lihat Shohih Bukhori) yang dapat diartikan menjaga teks tanpa ditambah atau dikurangi untuk menjaga kemurnian. Sedangkan yang melafalkan kata “Sayidina” juga benar dengan logika wujud penghormatan dan takzim, cinta, kerinduan yang mendalam kita sebagai umat Nabi kepada Rasullulloh yang kita rindukan.
Maka, tidak perlu terjadi perdebatan tentang hal tersebut. Yang harus diperbesar adalah rasa syukur bahwa Allah mengajarkan melalui Rasullulloh Kalimat Sholawat Nabi, sebuah kalimat penjaga “konstitusi tauhid” bahwa kita berdoa kepada Allah yakni Zat “Tuhan Yang Satu” sedangkan Nabi Muhammad dengan seluruh kemulian dan keagungannya adalah tetap sebagai manusia dan mahlukNya. Wallahu a’lam bishawab.
Keterangan : Gambar diambil dari tautan :https://static.vecteezy.com/system/resources/previews/013/340/242/large_2x/medina-saudi-arabia-oct-2022-beautiful-morning-view-of-masjid-al-nabawi-medina-s-green-dome-minarets-and-mosque-courtyard-free-photo.JPG
Tinggalkan komentar