Metro, 5 Agustus 2025 Masehi / 11 Shafar 1447 Hijriyah

Sore ini hujan rintik
Suasana terasa dingin
Kan kuberi kau puisi
Agar hangatkan hatimu
Pelem adalah nama
Yang membuat bahagia bagi siapa yang lapar
Kembang adalah bunga
Yang membuat bahagia orang yang melihatnya
Duhai, Sang Pencipta
Si durjana telah membantai jutaan Palestina.
Tapi kami diam dan memendam pilu saja
Hanya Doa kami, adalah tanda lemahnya iman kami
Mereka betul menebas pohon pelem Palestina agar tak terlihat kembangnya
Namun mereka tak akan bisa mencegah musim bunga jika telah tiba waktunya.
Duhai, Sang Pencipta. Merdekalah Palestina!
Tinggalkan komentar