Ahmad Supartono

Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Oleh : Ahmad Supartono

Analisis ini dilakukan untuk menghitung kebutuhan air bersih dan produksi air limbah dari industri tepung tapioka modern yang berlokasi di Provinsi Lampung dengan data sebagai berikut :

  1. Kapasitas produksi 200 ton tapioka per  hari.
  2. Jumlah karyawan 50 orang
  3. Karyawan tinggal di mess sebanyak 16 KK.

Berikut ini adalah standar kebutuhan air bersih untuk pekerja industri.

Tabel 1.  Kebutuhan Air Bersih Karyawan Pabrik

Kebutuhan Air Karyawan PabrikSumber Referensi
30–60 liter/orang/hariSNI 03-7065-2005 (Perencanaan Air Bersih)
45–60 liter/orang/hariPeraturan Menteri PU No. 18/PRT/M/2007
45 liter/orang/hariDirektorat Cipta Karya – Bina Marga
50 liter/orang/hari (karyawan)Manual WHO dan UNESCO
40–60 liter/orang/hariStudi ITS dan ITB dalam perencanaan industri
Sumber : Diolah dari beberapa sumber, 2025

Untuk menghitung kebutuhan air bersih dari soal tersebut, maka dihitung berdasarkan data diatas, dan didapatkan hasil seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 2. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih

NoKomponenJumlah Orang / ProduksiAsumsi Kebutuhan AirKebutuhan Air (m³/hari)
1Penghuni Mess (16 KK × 4)64 orang100 liter/orang/hari6,4
2Karyawan Non-Mess34 orang50 liter/orang/hari1,7
3Kebutuhan Produksi200 ton/hari5 m³/ton produk1.000,0
Total Kebutuhan Air Bersih1.008,1
Asumsi kebutuhan air bersih maksimal (110% dari rata-rata)  = 1.008,1 × 110%1.108,91 m³/hari

Selanjutnya untuk perhitungan air limbah dapat disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 3. Perhitungan Produksi Air Limbah

KomponenVolume Air Bersih (m³/hari)Persentase Menjadi LimbahEstimasi Air Limbah (m³/hari)
Air Domestik Mess Non-Mess)  6,4 1,7  80%*) 80%*)  5,12 1,34
Air Produksi1.00090% **)900,00
Total  906,46
Total produksi air limbah berdasarkan kebutuhan maksimal 1.108,91 × 90%998,02 m³/hari  

*)   SNI 03-7065-2005 – Sistem Penyediaan Air Bersih.

**) Damanik et al. (2020), Jurnal IPTEK ITS – Studi efisiensi air industri tapioka

Alasan penggunaan angka 80% dari kebutuhan air bersih menjadi air limbah dalam perhitungan neraca air adalah berdasarkan prinsip konservasi massa dan efisiensi sistem penggunaan air, yang secara empiris telah digunakan secara luas dalam perencanaan teknis dan kajian lingkungan.

Dalam sistem sanitasi dan industri, sebagian besar air bersih yang digunakan akan kembali menjadi air limbah, kecuali sebagian kecil yang:

  • Terserap ke tubuh manusia (metabolisme)
  • Mengalami penguapan (evaporasi)
  • Terserap ke produk (contoh: residu pada produk makanan atau bahan jadi)
  • Tertinggal di saluran pembersih, permukaan, atau peralatan

Neraca air pada kegiatan industri pati ubi kayu disajikan sebagai berikut :

Referensi:

– SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih
– Tedmondgroups.co.id: Kebutuhan air bersih per orang per hari
– Jurnal IPTEK ITS: Analisis penggunaan air di industri tapioka
– World Bank dan WHO: Proporsi grey water dan black water dalam air limbah domestic

Posted in

3 responses to “Analisis Kebutuhan Air Bersih dan Produksi Air Limbah pada Industri Pati Ubi Kayu di Provinsi Lampung”

  1. Hendrawan Avatar
    Hendrawan

    Mantab 👍

    Suka

  2. Imam Buchairi Avatar
    Imam Buchairi

    Artikel yg menarik..ditunggu berikutnya.

    Suka

    1. Pesona Zamrud Berkilau Avatar

      Terima kasih Pak Imam Buchairi…

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Hendrawan Batalkan balasan